Kredit Kendaraan Sesuai Syariah: Jangan Cuma Lihat Angsurannya, Pahami Akadnya

Butuh motor untuk bekerja atau mobil untuk keluarga, tapi ingin prosesnya sesuai syariah? Itu sangat mungkin. Hanya saja, ada satu hal yang sering terlewat.

Banyak orang hanya bertanya, “Angsurannya berapa per bulan?” Padahal pertanyaan yang tak kalah penting adalah, “Akadnya apa, dan sudah sesuai syariah atau belum?”

Angsuran Ringan Belum Tentu Sesuai Syariah

Wajar jika kita memperhatikan besar angsuran, karena kita ingin cicilan yang sesuai kemampuan. Namun dalam syariah, nominal angsuran bukan penentu sah atau tidaknya sebuah transaksi. Yang menentukan adalah akad, yaitu perjanjian yang mendasari cara kita memperoleh kendaraan tersebut.

Kendaraan boleh diangsur. Tetapi cara mendapatkannya juga harus sesuai syariah.

Apa Itu Akad?

Akad adalah kesepakatan antara dua pihak yang menetapkan hak dan kewajiban masing-masing. Dalam pembiayaan kendaraan, akad menjawab pertanyaan mendasar:

  • Apakah ini jual beli, sewa, atau pinjaman uang?
  • Siapa yang membeli kendaraan dari dealer?
  • Kapan kendaraan menjadi milik kita?
  • Bagaimana harga dan margin ditetapkan?

Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini membedakan transaksi syariah dari transaksi yang mengandung riba.

Tiga Syarat Utama Pembiayaan Kendaraan Syariah

  1. Objeknya jelas. Kendaraan harus nyata dan spesifik: jenis, tipe, tahun, warna, dan kondisinya. Tidak boleh ada ketidakjelasan (gharar) pada barang yang diperjualbelikan.
  2. Harganya jelas. Harga pokok, margin, jangka waktu, dan besar angsuran disepakati sejak awal dan tidak berubah di tengah jalan. Tidak boleh ada biaya tersembunyi.
  3. Tidak mengandung riba. Pembiayaan tidak boleh berbentuk pinjaman uang dengan tambahan bunga. Skemanya harus jual beli atau sewa yang sah menurut syariah.

 

Perbedaan dengan Kredit Konvensional

Pembiayaan SyariahKredit Konvensional
Dasar transaksiJual beli atau sewaPinjaman uang
Tambahan biayaMargin atau ujrah yang disepakati di awalBunga yang bisa berubah
Kejelasan hargaTetap sejak akadBisa berubah tergantung suku bunga
PengawasanDewan Pengawas SyariahTidak ada pengawasan syariah

Perbedaan inilah yang membuat transaksi syariah terasa lebih tenang dan lebih jelas.

Motor dan mobil memang kebutuhan, dan memilikinya adalah ikhtiar yang baik. Tetapi yang kita cari bukan hanya kendaraannya, melainkan juga transaksi yang tenang dan sesuai syariah. Ketenangan itu akan terasa setiap kali kita mengendarainya.

Pembiayaan Kendaraan Syariah di BMT Al-Bahjah

Di BMT Al-Bahjah, insyaAllah seluruh akad pembiayaan dijalankan sesuai syariah dan diawasi langsung oleh Dewan Pengawas Syariah. Anda bisa mengajukan pembiayaan dengan lebih tenang, karena akad, harga, dan ketentuannya dijelaskan secara terbuka sejak awal.

Butuh pembiayaan syariah untuk motor atau mobil? Yuk, hubungi kami segera.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *